Konsultasi Pengobatan
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba

WA: 081385.386.583

SMS 08787.882.1248
- 0822.4610.4034
Klik SEMBUH dengan TransferFactor

Masa Karantina Diperpanjang s/d 19 April 2020

Sabtu, 28 Maret 2020

Akhirnya kita liburan lagi lebih lama... 
Kayaknya udah cukup ramai. 

Saat yg tep4t untuk promo5i pr0duk herbal. 

MaduHerbalMHP #BerantasHIV #SembuhkanAIDS secara total dlm 6bln - 2 tahun & atasi #Ketergantungan #Narkoba HerbsTherapy eradicates #HIV totally_cures #AIDS in 6months to 2years dgn kondisi khusus.
Overcomes #DrugsAbuse #NoSideFX
http://klinik-herbalis.blogspot.co.id
WA: https://chat.whatsapp.com/F7s8zPOixTx9HKAhKa77ZF
IG: @dik_rizal
Twitter: @dikrizalicious
FB: @dikrizalsidik
#mohon_bantu_share

Setelah Masker, Giliran Emponpon Harga Selangit

Rabu, 04 Maret 2020

PERISTIWA | 4 Maret 2020 12:59Reporter : Nur Fauziah

Merdeka.com - Sejumlah empon-empon atau rempah tradisional kini mengalami lonjakan harga. Kenaikan harga ditemui di beberapa pasar. Seperti di Pasar Kemiri Muka Depok, pedagang membanderol temulawak Rp 40.000/kg.


"Sekarang harganya (temulawak) Rp 40.000/kg, biasanya saya jual cuma Rp 10.000/kg," kata Suyadi salah satu pedagang Pasar Kemiri, Rabu (4/3).

Selain temulawak harga rempah-rempah yang juga melonjak adalah jahe, sereh dan kunyit. Namun kenaikan harga rempah-rempah tersebut tidak sesignifikan harga temulawak. "Jahe harganya sekarang Rp 40.000/kg dari Rp 20.000/kg. Sereh Rp 10.000/kg dari Rp 6.000/kg dan kunyit Rp 12.000/kg dari 5.000/kg," paparnya.

Permintaan rempah-rempah tersebut diakui Yadi terjadi lonjakan sejak dua hari lalu atau bersamaan dengan diumumkan adanya dua warga Depok yang terkena virus Covid-19. "Sejak senin banyak yang nyari (beli) mungkin karena ada yang kena (Corona) kemarin," ceritanya.

Dirinya terpaksa menaikkan harga jual karena harga dari Pasar Induk sudah naik. "DI Induk saja harga Rp 40.000 (temulawak) langka barangnya. Ada tapi sedikit. Jadi ya saya jualnya juga sesuai harga karena naik jadi saya naikkan juga," tuturnya.


Kenaikan harga rempah tradisional juga ditemui di Pasar Palmerah, Jakarta Barat.

Salah satu pembeli, Tri harus mengocek kantong dalam-dalam untuk satu kilogram jahe. "Abis dari pasar Palmerah harga jahe Rp80.000/kg, temulawak Rp40.000/kg," ungkap Tri.

---+---

Jika Anda membutuhkan jamu herbal empon-empon atau dikenal dengan nama madu herbal jamu godogan, silkan hubungi Thabib SidikRizal di nomor WA 082246104034.


Lebih efektif, efisien dan tak perlu repot bisa langsung diminum dan dinikmati langsung dari botol plastik. Dan tentunya bisa disimpan s3bagai persediaan antisipasi jika ada anggota keluarga Anda terkena demam yg mencurigakan. 

Madu Jamu Godogan AntiVirus Corona

Melonjaknya harga bahan pokok Empon Mpon atau bahan baku jamu herbal godogan untuk mengatasi demam Corona SARS atau MERS akibat virus Covid-19, karena permintaan meningkat dalam bulan Februari 2020 ini.

Maka wajar saja mendadak harga bahan pokok rimpang pembuatan jamu ini melonjak mahal. 
Mulai dari kunyit, jahe, temulawak, gula aren, batang sereh, termasuk Madu. 
Sepertinya petani atau justru pedagang pasar tradisional yg diuntungkan?

Berikut link beritanya. 
https://m.merdeka.com/peristiwa/setelah-masker-giliran-jahe-kunyit-temulawak-dibanderol-harga-selangit.html
Untuk itu pula kami menyediakan MADU HERBAL JAMU GODOGAN dengan bahan baku rimpang khusus untuk mencegah dan memberantas virus Corona yg kini jadi ancaman wabah yg paling menakutkan bangsa manapun di dunia ini. 
Sudah dalam bentuk botolan dan ada yg dalam bentuk sekali minum. Jauh lebih nikmat jika diminum dingin setelah disimpan beberapa jam dalam lemari es. Obat anti virus corona yg diyakini efektif dan terjangkau. 
Untuk pemesanan bisa melalui WA di nomor 087878821248 atau 081385386583, dengan Thabib Sidik.

Rempah² Temuan Penangkal Virus Corona

Selasa, 03 Maret 2020

3 Rempah Asli Indonesia Ini Diklaim Bisa Tangkal Virus Corona

Oleh Loudia Mahartika pada 03 Mar 2020, 08:15 WIB. 

Liputan6.com, Jakarta Virus Corona yang merebak sejak pertengahan Januari 2020 lalu hingga kini masih menjadi kekhawatiran banyak khalayak. Tak hanya bagi masyarakat Wuhan, China tetapi juga negara lain. Hal tersebut disebabkan mulai meluasnya penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Bahkan kini virus Corona sudah mulai masuk ke Indonesia. Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto telah menyatakan jika dua orang warga negara Indonesia positif virus Corona pada Senin (2/3/2020) di Istana Merdeka, Jakarta. Pernyataan tersebut pun sontak membuat masyarakat ramai memperbincangkan.

Bukan tanpa alasan, virus Corona hingga kini menjadi ancaman dunia karena telah banyak menelan korban jiwa. Bahkan anti-virus tersebut pun masih dipertanyakan hingga kini.

Namun ditengah ramainya beberapa medis mencari obat untuk virus Corona, baru-baru ini terdapat penemuan baru terkait penangkal virus Corona hasil riset Universitas Airlangga.


Universitas Airlangga mengaku telah berhasil menemukan obat alias penangkal virus Corona yang tengah ramai dihadapi masyarakat luas. Penemuan tersebut berdasarkan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh Guru Besar Biologi Molekuler Unair Chaerul Anwar Nidom.

Hasil dari riset tersebut menyatakan jika sari rempah-rempah atau curcuma asli Indonesia dipercaya dapat menangkal virus Corona. Ia menjelaskan masyarakat dapat mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung curcuma.


"Di beberapa tempat saya tawarkan apa yang bisa digunakan untuk menangkal virus Corona. Kita bisa mengatasinya dengan mengonsumsi makanan maupun minuman yang mengandung curcuma seperti jahe, kunyit dan temulawak," ujar Prof Nidom pada Selasa (18/2/2020) dikutip dari Merdeka.

Salah satu sari rempah-rempah yang disebutkan oleh Guru Besar Unair tersebut ialah jahe. Rempah asli Indonesia ini diyakini mampu menangkal virus Corona.

Masyarakat dapat mengonsumsi jahe dengan olahan makanan atau minuman. Prof Nidom mengatakan bahwa formulasi yang dibuat tidak jauh berbeda dengan pengunaan curcumin sehari-hari.

Selain jahe, rempah yang bisa disebut mampu menangkal virus Corona adalah kunyit. Herbal ini juga mengandung kurkumin. Kurkumin merupakan komponen penting dalam kunyit yang memberikan warna kuning yang khas.

Kunyit memang dikenal memiliki kandungan kurkumin yang telah lama dipercaya mampu menyembuhkan maag, perut kembung hingga nyeri haid. Kurkumin yang terkandung dalam kunyit juga diyakini mampu meningkatkan antibodi dan menguatkan sel-sel tubuh.

Prof Nidom meyakini jika virus Corona masih satu kingdom dengan influenza yang bisa ditangkal dengan kandungan kurkumin. Rempah lainnya yang juga mengandung kurkumin ialah temulawak.

Masyarakat Indonesia tentunya juga sudah tak asing dengan rempah satu ini. Temulawak mengandung kurkumin 1,60 % - 2,20 %. Selain kurkumin, temulawak juga mengandung nutrisi lain seperti serat, vitamin, karbohidrat, kalsium dan banyak lagi.

Temulawak juga dapat meningkatkan nafsu makan, antioksidan, atasi mual hingga membantu proses metabolisme tubuh. Hal tersebutlah yang membuat Guru Besar Biologi Molekuler Unair Chaerul Anwar Nidom mengatakan jika temulawak dapat membantu menangkal virus Corona.


JIKA ANDA MEMBUTUHKAN

MADU HERBAL POTEMPOT

(MHP) ANTICORONA. 

MaduHerbalPamungkas & MaduHerbalPotempot #BerantasHIV #BerantasVirusCorona #SembuhkanSARS #SembuhkanMERS #SembuhkanAIDS secara total dlm wkt kurang dr 6bln atasi #Ketergantungan #Narkoba HerbsTherapy Eradicates #HIV totally cures #AIDS in 6months. Terapi penyembuhan gangguan syaraf secara berkala. Help #DrugsAbuse #NoSideFX https://klinik-herbalis.blogspot.co.id/search/label/HIV
Just
WA: +6282246104034
WA: +6287878821248
WA: +6281385386583
IG: @dik_rizal
FB: @dikrizalsidik
Twitter: @dikrizalicious


 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. KlinikHerbalis.- - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger