Konsultasi Pengobatan
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba
Hotline: 087878821248
SMS (021)9346.1965 - 081385386583
Home » , , » Warung Jamu Seduh

Warung Jamu Seduh

Written By dobeldobel.com on Rabu, 29 September 2010 | 02.23

Jatuh Bangun Berdiri dari tahun 1984
Bertahan Karena Pelayanan Penuh
Warung Jamu Seduh Gunung Jati Nusa Indah V Raya Perumnas Klender

Perumnas Klender - klinikpengobatan.com
KEIKHLASAN menjalani ibadah dalam sebuah usaha pengelolaan kaki lima memang sangat diperlukan. Namun bila dilakukan dengan sepenuh hati dan konsisten (qona'ah) pasti akan berbuha manis. Demikian pula dengan seorang teman dekat saya Mas As, yang membuka warung jamu di tempat tongkrongan kaum muda di bilangan jalan raya Nusa Indah V.

Tepat di perempatan dekat kali kecil dimana masa kecil saya lalui semenjak SD, ada satu warung yang sudah berdiri semenjak tahun 1984. Warung jamu seduh tradisional yang kini masih bertahan dan tentunya bukan usaha sembarangan dan bisa memberikan banyak pelajaran bagi saya tentang arti sebuah ketekunan dan ketegaran.

Warung jamu seduh Gunung Jati yang dikelola oleh lelaki keturunan Cirebon ini memang dibawahi seorang pengusaha asala Cirebon. Pengusaha tersebut mempunyai banyak asisten yang buka di beberapa tempat di kawasan Jakarta. Mas adalah salah satu mitra dagang yang punya lokasi di Perumnas Klender.

Kesetiaan Mas As, lelaki beranak 4 ini memang patut mendapat acungan jempol. Sementara anak istrinya di Cirebon menanti bersama kedua orang tuanya yang masih lengkap dari pihak suami istri, As berjuang mencari nafkah dengan berdagang jamu di Jakarta.

"Banyak sekali godaannya berdagang jamu tradisional ini, Mas Sidik," ungkap mas As membuka pembicaraan. "Dulu di tahun 1990-an banyak sekali teman-teman saya yang sepertinya hanya menjual ANGGUR merk tertentu yang pada saat itu lagi populer." katanya menyesalkan.

Namun rupanya keberkahan tidak mengikuti teman-temannya yang menjual anggur yang termasuk minuman keras sekalipun berlabelkan jamu. Mas As berusaha bertahan untuk tetap berdagang jamu. Akhirnya kesabarannya berbuah manis berupa keberkahan. Tak berapa lama, saat krismon setelah era Soeharto berlalu, minuman anggur yang berwajah jamu itu mulai terkikis dan para pelanggannya kini mulai beralih ke minuman jamu tradisional.

Mungkin seleksi alam? Tanya saya kepada mas As dan dia pun hanya tertawa sambil menambahkan, "Mungkin faktor berkah saja kali Mas." jawabnya. Bila dihitung lamanya waktu ia berdagang jamu maka dapat dipastikan, mas As adalah salah satu pedagang jamu racikan resmi yang palong senior. meski kian hari kian sedikit, namun pelanggan setia jamu tradisional dalam kemasan ini tetap saja ada dan selalu ada pelanggan baru. Mas As bersyukur dengan hal itu.

Terbukti kini anaknya sudah ada yang tamat sekolah, dan kini dirinya mengaku sudah memiliki rumah sendiri serta beberapa bidang sawah kecil, seperti penuturannya mengakhiri pertemuan kami setelah saya menghabiskan jamu Sehat Lelaki racikannya yang maknyuss punya.

Hmmmm... sekitar 15an menit setelah mengkonsumsi jamu buatan mas As... memang terasa sesuatu yang aneh dan penuh sensasi. Saya seperti melihat aneka warna pelangi saat saya melihat cahaya di saat malam hari. Sensasi luar biasa, apalagi badan terasa segar dan fit.

Saat naik motor saya, saya bisa melepas kacamata saya, seolah reseptor (penerima) mata saya lebih peka terhadap cahaya, meski di malam hari. Wah sensasi segar dan bisa melek serta hilang kantuk ini memang harus saya bayar dengan harga diskon sebesar Rp 15.000,- Tapi khasiatnya memang luar biasa. Saya seperti siap untuk bertempur di malam hari. Hmmm tentunya dalam pengertian positif.

Anda mungkin ingin mencoba jamu khusus yang bisa membuat Anda siap lembur? Silakan hubungi mas As di Warung Jamu Seduh Gunung Jati Nusa Indah V Raya, Perumnas Klender di nomor telepon 0812.1394.333.9

Saya berani jamin Anda mendapatkan khasiat Ces Pleng yang luar biasa. Serasa Anda siap untuk berjihad... heheheh.

Sidik Rizal - kulinerkuliner.com



Konsultasi Pengobatan
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba
Hotline: 087878821248
SMS (021)9346.1965 - 081385386583
website = www.klinik-herbalis.blogspot.com

1 comments:

Blog Gombal mengatakan...

Masih ada wanita penjaja jamu gendong yang menjajakan dagangannya dengan berjalan kaki di Jakarta. Tidak berkebaya, tapi masih berkain batik. Di Pondokgede, misalnya, beberapa mbakyu jamu sudah berkeliling dengan celana panjang dan naik sepeda motor. Dari mbakyu jarikan ini, segelas beras kencur (dengan bonus air jahe) dihargai Rp 1.500, dan segelas kunyit asam Rp 2.000. Itu jamu bikinan sendiri. Ada juga jamu dari aneka pabrik yang tinggal seduh — tapi saya nggak tahu apakah termasuk “jamu Cilacap” yang beberapa kali dilarang BPOM.

Yang pasti, mbakyu yang menyebut diri asal Solo ini juga membawa jamu buatan Air Madu, Magelang, Jawa Tengah. Jenis yang terfoto di bawah itu harganya Ro 15.000. Kok mahal, Mbakyu? “Soalnya yang ini lebih hot,” katanya. Oh, kalau dibandingkan beras kencur dan kunyit asam?


Dr. OZ Indonesia

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. KlinikHerbalis.- - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger