Konsultasi Pengobatan
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba
WA: 0822.4610.4034
SMS 08787.882.1248 - 081385386583

Dapatkan Pengobatan Gratis?

Rabu, 10 Juli 2013

Penderita HIV-AIDS Tak Seharusnya  Mendapatkannya?

Sindonews.com - Di tengah pembahasan alot soal kesiapan penyelenggaraan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS), anggota Komisi IX DPR RI, Wirianingsih melontarkan pandangan berbeda.

Menurut dia, tidak seharusnya pemerintah memberikan fasilitas obat gratis kepada perokok, pengidap HIV/AIDS, dan pengguna narkoba.

"Ada penyakit seperti HIV/AIDS kok malah dapat obat gratis? Harusnya mereka ada semacam punishment (sanksi) karena kesalahan mereka sendiri tidak menerapkan pola hidup sehat," kata Wirianingsih di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (10/7/2013).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menjelaskan, seharusnya orang-orang atau kelompok orang yang menerapkan pola hidup sehat, yang berhak menerima obat gratis.

"Masyarakat yang menerapkan pola hidup sehat itu yang berhak dapat obat gratis. Jadi, sebaiknya pemerintah terapkan punishment atau sanksi bagi mereka yang kena HIV/AIDS itu," sambung dia.

Terkait kesiapan penyelenggaraan BPJS, PKS sebelumnya mendorong pembentukan panitia kerja (Panja), dengan tujuan memastikan kesiapan setiap komponen untuk mendukung penyelenggaraan BPJS tersebut.

Dengan adanya Panja BPJS diharapkan ada kepastian bahwa BPJS diselenggarakan dengan kesiapan, baik dari sisi perundang-undangan maupun dari tenaga kesehatan yang akan terlibat dalam pemberian pelayanan pada saat BPJS dilaksanakan kelak.

sumber: (Dana Aditiasari - maf - Sindonews)

Konsultasi Pengobatan
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba
Hotline: 087878821248 
SMS (021)9346.1965 - 081385386583

Apakah Cuka Apel Itu?

Minggu, 07 Juli 2013

Cuka apel merupakan minuman kesehatan yang diperoleh dari hasil fermentasi buah apel asli jenis Anna. Buah apel yang difermentasikan dalam bentuk cairan cuka apel memiliki manfaat dan fungsi yang sangat baik bagi kesehatan dan pemeliharaan tubuh secara menyeluruh.

Penyajian buah apel dalam bentuk cuka apel semakin besar tanpa mengurangi rasa dan unsur vitamin penting dalam buah apel yang difermentasikan terutama pada kandungan enzim dan asam amino.

Cuka apel yang juga mengandung asam asetat yang membantu membunuh bakteri dan jamur yang bersarang pada saluran pencernaan, sehingga membantu proses pencernaan menjadi lebih optimal dan penyerapan nutrisi makanan oleh usus.

Selain itu, cuka apel juga mengandung pektin yang merupkan jenis serat yang baik yang mudah larut dalam air, sehingga membantu penyerapan air, lemak, racun dan kolesterol dari saluran pencernaan dan membuang sisa makanan dan zat yang tidak dibutuhkan keluar dari tubuh.

Secara umum buah apel sendiri memiliki manfaat yang sangat baik bagi tubuh dan kesahatan serta buah yang dapat dijadikan sebagai penangkal dari risiko kanker, yakni :

  • Menurunkan dan mengendalikan kadar kolesterol dalam darah
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Menstabilkan kadar gula darah
  • Mengurangi nafsu makan berlebih (terutama bagi mereka yang dalam program diet, karena kandungan serat dalam apel mampu memberikan efek mengenyangkan lebih lama)
  • Membunuh bakteri, virus penghambat sistem metabolisme tubuh terhadap saluran pencernaan
  • Menjaga organ kerja dan fungsi usus sebagai penyerapan sari nutrisi makanan
  • Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menekan produksi kolesterol jahat (LDL)
  • Memperlancar dan mengoptimalkan sistem pencernaan
  • Mempertahankan kesehatan urat syaraf
  • Sebagai antikanker
  • Sebagai obat penyakit jantung dan mampu menjaga fungsi organ jantung
  • Sebagai suplemen atau multivitamin yang sangat baik bagi kesehatan kulit, rambut dan kuku
  • Mengobati dan mencegah sembelit atua konstipasi
  • Serta mencegah risiko kanker usus
Manfaat lainnya dari buah apel:
  1. Zat phloridzin yang dapat memperkuat tulang terutama pada mereka yang mengalami sindrom atau gejala dari osteoporosis terutama pada wanita yang cepat memasuki masa menopause sangat membutuhkan jenis zat ini untuk memperkuat tulang tubuh dengan mengkonsumsi minimal 1-2 buah apel setiap harinya.
  2. Apel yang dibuat jus juga disarankan dikonsumsi oleh mereka yang memiliki penyakit diabetes mellitus untuk menekan produksi dari insulin yang berlebih penyebab dari penyakit diabetes mellitus mudah meningkat. Selain itu jus apel juga dapat membantu mengendalikan kadar gula dalam darah.
  3. Menurut sebuah penelitian di Rusia dengan mengkonsumsi jus apel setiap harinya mampu mencegah dan meringankan penyakit asma terutama pada anak-anak.
  4. Kandungan zat quercetin membantu melindungi otak dari radikal bebas serta mencegah dari penyakit Alzheimer yakni penyakit kemerosotan fungsi otak.
  5. Apel juga merupakan bagian dari menu sehat untuk mereka yang dalam program diet dan menurunkan berat badan berlebih. Kandungan tinggi serat alami mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menunda rasa lapar datang lebih awal.
  6. Konsumsi apel setiap harinya juga dapat membantu mengurangi risiko dari penyakit kanker usus sebanyak 45 %.
  7. Selain melindungi usus pada saluran pencernaan, apel juga dapat mencegah dari risiko penyakit kanker hati dan meningkatkan kemampuan fungsi hati untuk menetralisir dan membuang racun dalam organ hati.
  8. Membantu pencegahan dari penyakit kanker paru-paru dan meringankan penderita dari kanker paru-paru sebanyak 50 % terutama yang disebabkan oleh rokok.

Dua Penderita AIDS Terbebas dari HIV

Rabu, 03 Juli 2013

Seorang penderita AIDS di Berlin dinyatakan sembuh setelah beberapa tahun lalu menerima tranplantasi sumsum tulang. Percobaan pada pasien lain tidak berhasil. Namun sekarang dilaporkan dua kasus yang membawa harapan.

Dua penderita AIDS dilaporkan terbebas dari virus penyebabnya setelah menerima tranplantasi sumsum tulang. Seorang penderita tidak meminum obat AIDS sejak tujuh minggu, sementara penderita lainnya sejak 15 minggu. Demikian dilaporkan dokter dari Boston, Amerika Serikat, Rabu (03/07/13), pada Konferensi AIDS Internasional IAS 2013 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Timothy Brown
“Walaupun menggembirakan, namun berita ini tidak berarti bahwa kedua pasien tersebut telah sembuh,“ dikatakan Timoty Henrich, peneliti dari Brigham and Women's Hospital.

Dikatakan, perlu menunggu setidaknya selama satu tahun untuk mengetahui keberhasilan terapi. Virus HIV masih bisa mendekam di otak atau saluran pencernaan.

Dilaporkan, tranplantasi terhadap kedua pasien tersebut dilakukan beberapa bulan lalu. Tapi pemberian obat AIDS belum lama dihentikan.

Dinyatakan Sembuh
Pada tahun 2008, Timothy Brown sempat menarik perhatian dunia. Setelah menerima tranplantasi sumsum tulang di Berlin, jumlah virus HIV dalam darah penderita AIDS asal Amerika Serikat ini berada di bawah batas yang bisa dideteksi. Saat itu, tim dokter tidak menyatakan bahwa Timoty Brown telah disembuhkan.

Kini setelah lima tahun, para dokter dapat menilai kembali keberhasilan terapi ini.

“Dibandingkan dengan kedua pasien asal Boston, pada pasien di Berlin (Timothy Brown) dilakukan pemeriksaan yang lebih intensif. Sekarang bisa dianggap bahwa ia terbebas dari HIV secara permanen,“ demikian dikatakan Gero Hütter, dokter yang dulu merawatnya. “Keadaannya sangat baik. Tiga tahun silam, ia kembali tinggal di Amerika Serikat dan mendirikan satu yayasan HIV,“ ditambahkan Gero Hütter.

Kasus terbaru di Boston dianggap menarik, terutama karena, setelah tranplantasi yang dilakukan pada Timothy Brown, beberapa percobaan serupa telah mengalami kegagalan. Belum diketahui dengan pasti, faktor apa yang membawa keberhasilan pada tranplantasi. “Pada kasus Timothy Brown kemungkinan besar adalah faktor pemilihan donor. Namun ini tidak dilakukan pada kedua pasien dari Boston.“

Timothy Brown menerima donor sumsum tulang untuk terapi kanker darah. Saat itu, Gero Hütter menekankan bahwa transplantasi sumsum tulang bukan satu terapi pilihan untuk melawan AIDS, karena memiliki risiko yang terlalu tinggi.

sumber : yf/ek (dpa)


Konsultasi Pengobatan

HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba

Hotline: 087878821248 
SMS (021)9346.1965 - 081385386583
 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. KlinikHerbalis.- - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger