Konsultasi Pengobatan
HIV/AIDS dan Kecanduan Narkoba
Hotline: 087878821248
SMS (021)9346.1965 - 081385386583
Home » » Apakah Bekam atau hijamah itu?

Apakah Bekam atau hijamah itu?

Written By Blogs owner SidikRizal on Minggu, 01 November 2009 | 14.38

BEKAM (AL-HIJAMAH)
METODE PENYEMBUHAN PENYAKIT CARA ROSULULLAH SAW

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam yang manpu mengurus semua makhluk-nya. Memberi petunjuk bagi siapa yang dikehendaki-nya. Dan ilmu-Nya meliputi segala sesuatu. Sholawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada uswah dan setiap gerak langkah kehidupan kita.

Islam sebagai agama yang sempurna disampaikan oleh Rosulullah SAW kepada umat manusia, bukan hanya memberi petunjuk tentang peri kehidupan dan tata cara ibadah kepada Allah secara khusus yang akan membawa keselamatan dunia dan akherat tetapi juga memberi banyak petunjuk praktis dan formula umum yang dapat digunakan menjaga kesehatan lahir dan batin, yang biasa disebut sebagai terapy atau pengobatan.

Petunjuk praktis dan kaidah – kaidah medis itu banyak sekalian yang telah diajarkan Rosullah Saw, kepada para sahabatnya. Dengan semua formula dan kaidah praktis yang telah diajarkan oleh Beliau SAW.,seharusnya kaum muslimin dapat mengembangkannya menjadi sebuah sistem dan pengobatan yang tiada duanya. Karena dalam hal ini terlihat keunggulan darikorelasi yang erat antara sistem pengobatan Ilahi dengan system pengobatan manusia.

Upaya dari kaum muslimin untuk menghidupkan kembali kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan pengobatan yang telah diajarkan Rosulullah SAW, sebagai metode terbaik mengatasi berbagai macam penyakit patut kita dukung sepenuhnya. Sebut saja penggunaan madu, herbal, dan jenis – jenis makanan dan minuman sehat ala Nabi Saw, lainnya, serta pengobatan dengan metode bekam merupakan kebanggaan cara pengobatan Islam yang menakjubkan.

1. Pengertian Bekam

Bekam terjemahan dari bahasa Arab, yaitu hijamah , berarti mengeluarkan darah kotor dari tempat yang sakit, atau teknik pengobatan dengan cara veneksi secara maksimal untuk mengeluarkan racun – racun atau zat – zat berbahaya dari dalam tubuh manusia.

Rosulullah Saw, pernah bersabda:
“Sesungguhnya pengobatan yang paling utama bagi kalian adalah berbekam atau termasuk obat yang baik.”

2. Sejarah Berbekam
Sejarah pengobatan hijamah sudah dikenal sejak zaman mesir kuno ,yunani kuno juga pada masa arab jahiliyah sebelum masa Nabi Muhammad SAW. Kemudian pengobatan ini juga dilakukan oleh Rosulullah SAW dan para sahabat, sehingga metode tersebut termasuk dari tiga jenis pengobatan yang disunnahkan oleh Rosulullah SAW. dalam Shahih Bukhari yang diriwayatkan oleh Said bin Jubair dari Ibnu Abbas, Nabi SAW bersabda,

“Pengobatan itu bisa diperoleh dengan tiga cara; pertama, meminum madu; kedua, dengan pembekaman; dan ketiga, dengan besi panas, dan saya tidak memperbolehkan umatku melakukan pengobatan dengan besi panas.”

Hadits tersebut diatas dikeluarkan juga oleh Ibnu Majah, Ahmad, dan Al-Bazzar.

Banyak hadits meriwayatkan bahwa Rosululloh SAW. ketika sakit sering dibekam oleh ahli bekam pada masa beliau, seperti Abu Hindin mantan budak dari Bani Bayadhah yang membekamnya setelah beliau diracun oleh wanita yahudi di Khaibar.
Kemudian mengenai perintah kepada Rosulullah SAW. untuk menggunakan bekam sebagai pengobatan diceritakan dalam sunan Abu Dawud, bahwa Nabi SAW. bersabda:

“Pada malam aku di isra’kan, aku tidaklah melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata, “Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan bekam.”
Sementara Imam At-tirmidzi dalam Jami’ nya dari Hadits Ibnu Abbas dengan makna yang hamper sama, beliau bersabda, “Hendaknya kalian menggunakan bekam, hai Muhammad!”

3. Manfaat Bekam

Secara umum bekam bermanfaat untuk membersihkan kulit tubuh, saluran darah membuka sumbatan pembuluh darah, mengeluarkan darh kotor bersama zat-zat yang berbahaya bagi tubuh yang diakibatkan oleh makanan, minuman, dan obat-obatan yang dikonsumsi. Semua zat yang terkonsumsi tersebut tidak saja mengandung zat-zat yang diperlukan oleh tubuh manusia, tetapi bias juga mengandung racun yang berbahaya bagi tubuh.

Manfaat bekam secara khusus sebagai berikut:

• Bekam sebagai pencegah penyakit

Bekam bila dilakukan secara teratur dapat mencegah timbulnya penyakit yang lebih berat atau lebih parah. Karena zat-zat yang berbahaya bagi tubuh manusia, seperti kolesterol, asam urat, dan sebagainya dapat dikeluarkan melalui cara berbekam.

• Bekam sebagai penyembuh penyakit

Terapi pengobatan penyakit dengan cara berbekam terbukti mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw.pernah menyatakan: “Hendaknya kalian melakukan bekam di titik qamahduwah di bagian tengkuk,karena itu dapat maenyembuhkan 72 macam penyakit.” Pembekaman di satu titik bekam saja, yaitu dititik qamahduwah saja sudah banyak penyakit yang dapat disembuhkan, apalagi bila dilakukan di titik-titik bekam lainnya tentu akan semakin banyak penyakit yang akan diobati.

• Bekam sebagai pemelihara kesehatan

Tubuh manusia ibarat mesin kendaraan yang membutuhkan perawatan rutin. Karena sl-sel darah dalam tubuh bias saja menjadi kotor dan terjadi penimbunan zat yang tidak berguna sehingga dapat menimbulkan penyakit bagi tubuh. Dengan berbekam, tubuh ibarat di tune-up’ sehingga darah kotor dan zat merusak lainnya dibuang untuk diganti dengan sel-sel darah baru yang lebih segardan bermanfaat bagi tubuh.

• Bekam sebagai penyembuh sihir

Sebagian perawi hadits mengabarkan bahwa Rosulullah Saw, pernah terkena penyakit karena sihir Yahudi. Beliau Saw, berhalusinasi seolah-olah melakukan sesuatu yaitu mendatangi istri-istriNya, padahal Beliau Saw tidak melakukannya. Sebagai penyembuhan sihir tersebut Rosullullah Saw. minta dibekam pada bagian kepalanya dengan menggunakan tanduk. Riwayat ini disampaikan oleh Abu Ubaid dengan sanad yang hasan dari Abdurrahman bin Abi Laila.

Hal ini sangat sulit dimengerti oleh orang- orang yang sedikit ilmunya. Mungkin mereka bertanya,”Apa hubungannya antara berbekam dengan gangguan jin yang berupa sihir?” jawabannya adalah: pertama, sihir memiliki pengaruh merusak pada tubuh, terutama unsure darah dan metabolisme dalm badan, bahkan secara langsung mengganggu pencernaan. Bila pengaruh itu sudah mengenai salah satu organ tubuh, maka satu-satunya cara ialah mengeluarkan zat busuk yang mengganggu tersebut. Cara yang paling tepat dan manjur mengatasinya dengan berbekam. Tindakan ini terbukti benar, karena sesuai dengan pendapat seorang pakar kesehatan, Hippoerates yang menegaskan,”Sebuah zat yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh harus dipaksa keluar dari lokasi pengandapannya dengan menggunakan berbagai metode yang layak digunakan untuk mengeluarkan zat-zat berbahaya dari dalam tubuh.”
Kedua, sebagaimana dijelaskan di atas tentang darh sebagai daerah yang diserang dan dirusak oleh sihir, dan ditambah penjelasan hadits Rosulullah Saw, bahwa setan sebagai musuh manusia, makhluk sesat dan jahat, berjaln melalui seluruh aliran darah manusia untuk melakukan tipu daya dan sihirnya.



Dari Ali bin Husain ra, bahwa Nabi Saw. bersabda,”Sesungguhnya setan itu berjaln dalm tubuh anak adam melalui aliran darah.” (HR. Bukhari)

Jadi, menjadi hal yang logis bila dilakukan tindakan pembekaman berupa pembuangan darah kotor terhadap penderita penyakit sihir tersebut. Karena bubul-bubul atau simpul-simpul sihir setan dalam darah manusia dapat dikurangi secara drastic, darah kotor ikut keluar, dan aliran darah menjadi lancar. Selain itu penderita yang terkena sihir harus diterapi jugatindakan penyembuhan sampingan lain, yakni pembacaan dzikir, ayat suci Al-Qur’an, dan do’a yang secara aktif akan menghilangkan reaksi dan pengaruh sihir, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Saw.

4. Waktu Berbekam
Saikh Ibnu Qayyim al-Jauziah dalam kitab ath-Thibb an-Nabawiy mengutip beberapa hadits Nabi Saw, mengenai waktu terbaik untuk berbekam, seperti hadits yang diriwayatkan oleh aat-tirmidzi dalm Jami’-nya dari hadits Ibnu Abbas secara marfu:

“Sesungguhnya waktu terbaik melakukan bekam adalah pada tanggal 17, 19, dan 21 setiap bulannya.” (HR. at-Tirmidzi)

Ada juga hadits Abu Hurairah ra. Dalam Sunan Abu Dawud yang disebutkan secara marfu’ bahwa Rosulullah Saw.bersabda:

“Barang siapa melakukan bekam pada tanggal 17, 19 atau 21, akan sembuh dari setiap penyakitnya.” (HR.Abu Dawud)

Dalam syarah kitab ath-Thibb an-Nabawiy dijelaskan bahwa kedua hadits di atas adalah lemah, karena di dalamnya ada perawi hadits bernama Abbad bin Manshur dan Said bin Abdurrahman al Jumahi, yang keduanya diketahui sebagai perawi hadits yang lemah.

Al-Khallal meriwayatkan dari Abu Salamah dan Abu Said al-Maqburi, dari Abu Hurairah secara marfu’:”Barang siapa melakukan bekam pada hari rabu atau hari sabtu, lalu ia terserang penyakit panu atau kusta, hendaknya ia menyalah kan dirinya sendiri,”

Dalam kitab al-Afrad diriwatkan oleh ad-Duruquthni dari hadits Nafi bahwa ia menceritakan: Abdullah bin Umar pernah bercerita kepadaku,”Darahku bergolak,tolong panggilkan seorang tukang bekam. Tetapi jangan anak kecil atau orang yang sudah tua renta. Karena aku pernah mendengar Rosulullah Saw, bersabda;

“Bekam itu bisa menambah daya tahan tubuh, bias menambah kemampuan berpikir. Lakukanlah bekam dengan menyebut nama Allah. Namun jangan kalian lakukan pada hari kamis, jum’at, sabtu, dan ahad. Lakukanlah pada hari senin. Lepra dan kusta hanya turun pada hari rabu.”

Ad-Duruquthni berkata,”Ziyad bin Yahya menyendiri dalm meriwayatkan hadits tersebut, dan Ayyub telah meriwayatkannya dari Nafi’, dalam riwayat ini Beliau Saw. bersabda,”Berbekamlah kalian pada hari senin dan selasa dan janganlah kalian berbekam pada hari rabu,”

Sementara Abu Dawud juga meriwayatkan dalam hadits Abu Bakrah bahwa Beliau tidak suka melakukan bekam pada hari selasa . Beliau mengatakan bahwa Rosulullah Saw pernah bersabda,”Hari selasa adalah hari berdarah .Ada satu waktu di hari itu dimana darah tidak bisa berhenti mengalir.”

Seluruh hadits-hadits di atas tentang waktu berbekam yang menyebutkan tanggal dan nama hari adalah riwayat-riwayat yang dha’if. Sesuai dengan keterangan Fairus Abadi yang menjelaskan dalam Safarus Sa’adah Bab Bekam dan Pilihan Hari untuk Melaksanakannya dan Kapan Pula Dilarang, yaitu:”tidak ada yang shahih dari riwayat itu.”
Al-Khallal juga menjelaskan bahwa Ushmah bin Isham menceritakan: Hambal telah menceritakan sebuah riwayat kepada kami. Ia berkata,”Abu Abdillah, Ahmad bin Hambal biasa melakukan bekam pad saat apapun, yaitu ketika terjadi ketidakstabilan pada lairan darahnya. Beliau melakukannya juga pada pukul berapapun bila dibutuhkan.”
Sebagai kesimpulan, perihal berbekam bisa dilakukan kapan saja saat dibutuhkan. Bahkan untuk terapi penyembuhan penyakit, berbekam dapat dilakukan secara rutin, tidak harus menunggu waktu-waktu tertentu,karena penyakit itu bisa dating kapan saja.
Bila kita cermati, telah terjadi kontradiksi tentang waktu berbekam. Di satu sisi banyak hadits-hadits yang menganjurkan untuk berbekam, dan di sisi lain banyak pula hari-hari atau waktu yang dilarang untuk berbekam. Hal tersebut tentu cukup membingungkan. Islam sebagai solusi tentu saja tidak akan membingungkan umatnya. Bekam sebagai pengobatan dapat dilakukan kapan saja pada saat terjadi ketidakstabilan pada darah, sebagaimana pernah dilakukan Imam Ahmad bin Hambal. Bahkan Rosulullah pernah berbekam pada saat ihram dan dalam Shahih Albukhari disebutkan bahwa Rosulullah SAW. juga pernah melakukan bekam pada saat puasa. Dari Bisyr bin Hilal al-Bashri menceritakan kepada kami, Abu al-Warits bin Sa’id memberitahukan kepada kami, Ayub memberitahukan kepada kami, dari Ibnu Abbas, ia berkata:

“Rosulullah SAW. berbekam padahal Beliau sedang berihram dan berpuasa.”
Wallahua’lam bish-shawab.

KLINIK HERBALIS
Jasa Konsultasi Kesehatan dan Nutrisi Klinis
Sidik Rizal = XL:08787.882.1248, simPATI:081385386583,
Indosat:085717.363.112, esia:(021)9346.1965

0 comments:


Dr. OZ Indonesia

 
Support : Webrizal | Tutorial | My Opini
Copyright © 2009-2014. KlinikHerbalis.- - All Rights Reserved
Template Recreated by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger